Catatan Kuliah

November 30, 2009

Kebudayaan

Filed under: Antropologi — viacheria @ 11:05 am

Kebudayaan adalah segala suatu hal, baik yang bersifat materil (kebudayaan yang bersifat fisik: alat musik, masakan daerah, dll) maupun immaterial (gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan) yang diproduksi oleh masyarakat untuk bertahan dalam waktu yang lama, serta dijadikan ciri khas oleh masyarakat itu sendiri dan masyarakat lain. Ruang lingkup kebudayaan pun sangat luas karena mencakup seluruh elemen yang ada dalam masyarakat. Mulai dari sistem sosial, sistem ekonomi, sistem politik, dan sistem religi. Sehingga kita sebagai manusia tidak akan bisa terlepas dari kebudayaan.

Kebudayaan memiliki 3 wujud, yaitu:

  1. Kebudayaan berupa ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan lain-lain.

Kebudayaan ini tidak dapat kita lihat, tidak dapat kita sentuh, namun dapat kita rasakan keberadaannya. Kebudayaan tersebut berada dalam fikiran warga masyarakat dimana kebudayaan itu ada. Pun begitu, kebudayaan itupun dapat kita lihat dan pelajari setelah ditulis dalam sebuah media, buku misalnya. Contoh kebudayaan ini adalah pola kehidupan masyarakat banten yang agamis. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya awareness masyarakat banten tentang agama islam. Terdapatnya banyak pesantren dan dianggapnya kyai dan ulama sebagai pimpinan masyarakat yang harus dihormati. Nilai-nilai tersebut tidak dapat kita lihat, namun dapat kita rasakan sebagai suatu hal yang mengatur dan memberikan suatu ciri terhadap suatu masyarakat.

  1. Kebudayaan berupa aktivitas dan tindakan manusia dalam masyarakat

Berbeda dengan wujud kebudayaan yang pertama, wujud kebudayaan ini dapat kita lihat dan dokumentasikan. Aktivitas dan tindakan manusia ini terkait dengan cara suatu masyarakat berinteraksi dan bergaul satu sama lain setiap hari secara kontinyu. Wujud kebudayaan ini bisa juga kita sebut sistem sosial. Contohnya adalah cara masyarakat sunda berinteraksi. Dapat kita lihat secara konkret bagaimana cara setiap warga masyarakat bergaul dan bertutur bahasa satu sama lain. Dimana masyarakat sunda terlihat sangat halus dalam berbicara, memiliki logat bahasa yang khas, ramah, dan peduli satu sama lain. Tentu saja hal itu akan berbeda jika dibandingkan dengan kebudayaan lain seperti batak, bugis, dan lain-lain. Setiap masyarakat memproduksi kebudayaan dan sistem sosial yang berbeda-beda.

  1. Kebudayaan berupa benda-benda hasil karya manusia

Kebudayaan ini merupakan kebudayaan fisik yang dapat kita lihat, sentuh, dan dokumentasikan. Setiap masyarakat memproduksi kebudaan fisik dari hasil keseluruhan ide-ide, gagasan, aktivitas, tindakan, dan karya semua anggota masyarakat. Kebudayaan fisik ini dijadikan ciri paling konkret yang mewakili suatu masyarakat. Contohnya batik yang telah dipatenkan oleh UNESCO sebagai kebudayaan asli Indonesia. Dimana batik merupakan kebudayaan yang menjadi ciri masyarakat Indonesia di mata dunia.

Ada 7 unsur kebudayaan yang dapat kita temukan dalam masyarakat, yaitu:

  1. Bahasa
  2. Sistem pengetahuan
  3. Organisasi sosial
  4. Sistem peralatan hidup teknologi
  5. Sistem mata pencaharian hidup
  6. Sistem religi
  7. Kesenian

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: